Pages - Menu

Saturday, February 18, 2012

Yang Tidak Sedar Diri


Di mana keadilan Allah pada saya ?
Kenapa Allah tidak adil pada saya ?
Kenapa ..Why..

Ok! Anda di luar sana mesti rasa macam nak shoot saya dengan machine gun kan bila mendengar saya berkata-kata seperti itu ? Rasa macam orang yang sudah tak ingat pada Tuhan.Rasa jatuh (baca: down) sangat. 

EKSLUSIF!
Saya pernah merasa dan terdetik dalam hati saya kata-kata seperti itu. Ini pengakuan berani mati saya. 

Saya sering merasakan seperti itu. Tertanya-tanya , kenapa Allah seakan tidak adil pada saya. Kenapa saya selalunya tidak dapat apa yang saya mahu sedangkan saya lihat orang lain semuanya mudah saja mendapatkan apa yang mereka mahu.Tapi kenapa saya tidak ? Oklah, bolehlah kalau ada sesiapa yang di luar sana nak lempang muka saya ini , kiri kanan. 

Ditambah pula dengan keadaan saya yang belum punya pekerjaan yang tetap , sekarang ini masih lagi menggoyangkan kaki di rumah , buat keadaan saya benar-benar tertekan. Rasa macam loser crazy (baca:giler). Saya selalu terfikir, saya sudah berusaha sehabis daya saya sehinggakan saya kira saya sudah tidak tahu nak berusaha yang bagaimana lagi , tapi kenapa belum juga saya temui hasilnya. Kenapa orang lain senang saja memiliki dan mendapatkan apa yang mereka mahu? Saya sedih ok! Sangat. Saya memang boleh ketawa dan senyum , tapi dalam hati ini.....
Haaa, bila dah nak tengah malam macam ini , lagilah hati saya ini sedih memikirkan nasib saya. Mana nak dapatkan semangat pun, tak tahu lah.  Bila kawan-kawan ditimpa ujian yang bertimpa-timpa , pandailah sangat beri nasihat dan beri semangat..kononnyalah.. tapi bila terkena pada diri sendiri?!!! Terdiam terus kan. 

Namun..
Hari ini , bila saat saya meneruskan pembacaan saya pada buku tulisan Salim A.Fillah yang berjudul dalam Dalam Dekapan Ukhuwah , buat saya lagi, lagi , lagi sedih. Rasanya ia seakan ditujukan pada saya. Biar saya sharekan sedikit saya kisahnya. Tapi saya ubah sikit lah ya dari segi bahasa sebab ianya dalam bahasa Indonesia.


******
"Pernahkah engkau didatang seorang penyanyi jalanan yang bernyanyi di depanmu dan meminta wang?" Soal saya.

"Iya pernah." Wajahnya serius. Matanya menatap saya lekat-lekat.

"Bayangkan jika penyanyi jalanan itu seorang yang berpenampilan seram, bertato, bertindik, dan wajahnya garang. Nyanyiannya mirip teriakan yang memekakkan telinga. Suaranya kacau , sengau , parau. Lagunya malah menyakitkan hati. Apa yang akan kau lakukan?"

"Segera kuberikan wang." Jawabnya , "agar segera berhenti bernyanyi dan cepat-cepat pergi."

"Lalu bagaimana jika penyanyi jalanan itu bersuara emas,sempurna seperti Kris Dayanti, selunak suara Siti Nurhaliza dan penampilannya rapi lagi wangi. Apa yang kau lakukan?"soal saya lagi
(Kris Dayanti dan Siti Nurhaliza itu saya tambah sendiri , hehe)

"Ku dengar, ku nimati hingga akhir lagunya."Dia menjawab sambil memejamkan matanya "Lalu akan ku minta dia menyanyikan lagu yang lain, lagi dan lagi."

Saya tertawa. Dia juga tertawa. 

"Kau mengertikan?" tanya saya. "Bisa saja Allah juga berlaku begitu pada kita, para hambaNya. Bila ada hambaNya yang fasik , keji , banyak dosa , melakukan apa yang Dia larang , berdoa memohon padaNya, mungkin akan Dia firmankan pada malaikat : 'cepat berikan apa yang diminta. Aku muak mendengar ocehannya.'

"Tapi" saya melanjutkan , " bila yang menadahkan tangan adalah hambaNya yang dicintainya, yang rajin beribadah , yang menyempurnakan yang wajib , dan menegakkan sunnah , maka mungkin saja Allah berfirman : ' Tunggu! Tunda dahulu apa yang dihajatinya. Sungguh aku bahagia bila diminta. Dan biarlah hambaKu ini terus menerus meminta, terus berdoa , dan terus menghiba untukKu. Aku menyukai doa-doanya. Aku menyukai tangis isaknya. Aku menyukai khusyuk dan tunduknya. Aku menyukai puja dan pujiannya. Aku tak ingin dia menjauhiKu setelah mendapat apa yang dia minta. Aku mencintainya.' "

"Oh ya ? " Matanya berbinar melihatku. " Benarkah demikian yang tejadi padaku?"

"Hm, pastinya aku tidak tahu," jawab saya sambil tersenyum. Dia agak terkejut. Segera saya menyambung. 
" AKU HANYA INGIN KAU BERBAIK SANGKA."

**************
Bila saya membaca kisah itu , hati saya ini macam ditarik-tarik. Macam kena hiris dengan pisau. Malunya saya. Teruknya saya. Saya bersangka buruk pada Allah swt. Kenapalah saya tidak pernah terfikir , agaknya sikap saya selama ini yang menyebabkan doa saya sukar diijabah. Orang yang tak sedar diri memang macam ini lah. Saya buruk sangka pada Allah swt!!!!!!


Benarlah. Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi esok. Kita terhijab dalam kegelapan. Kita hanya boleh menduga-duga. Berprasangka. Tapi saya sering lupa , yang dengan berprasangka baik itu , akan merencanakan sesuatu yang indah dan baik untuk saya di depan sana. Saya lupa , ada berjuta kebaikan mengiringi prasangka baik kita padaNya. Dia yang setia bersama kita , dan melimpahkan kebaikan, kerana kita mengingatiNya juga dengan prasangka yang baik.

"Sesungguhnya , Aku ada di sisi prasangka hambaKu pada diriKu."
(Ibnu Majah)

Selepas ini , saya tidak tahu , dengan segala apa yang terjadi pada saya sehingga hari ini dan akan datang , adalah merupakan musibah atau rahmatNya, tapi saya hanya mahu bersangka baik padaNya. Semoga Allah ampunkan dosa saya yang memang banyak dosa ini dan mendengar doa-doa saya.Ameen Ya Rabbal Alamin!

"Ada banyak hal yang kita tidak pernah minta tapi Allah tidak pernah alpa menyediakan untuk kita seperti nafas , air segar , hangat mentari dan kicau burung yang mendamaikan hati. Jika demikian, atas doa-doa yang kita panjatkan , bersiaplah untuk diijabahkan lebih dari apa yang kita mohon" ~ Dalam Dekapan Ukhuwah

-NHH
(25:74)

No comments:

Post a Comment